Rabu, 17 Maret 2010

ayahku musuh terbesar dalam hidupku

bahwa hidup adalah sebuah catatan suatu hubungan yang selalu terkait dengan Sang Pecipta, Alam dan makhluk hidup..

aku adalah seorang yang tidak mampu mencintai ayahku dengan tulus,seorang yang tinggal dalam kebencian yang dalam..tidak banyak yang bisa aku lakukan ketika melihat ayahku sakit, terlalu lemah dalam kerapuhannya, aku tetap pada kebencianku.
mungkin banyak orang akan berteriak kepada ku,apa harus seperti ini kebencian pada ayah mu?sebegitu besar kah engkau membencinya..?
aku tidak marah jika dihati kalian pun berkata seperti, aku tidak akan mengutuki kalian jika kalian membela ayahku, tapi aku hanya ingin kalian tahu,aku pun tersiksa dengan kebencian luar biasa ini..sungguh..
aku adalah seorang yang dilahirkan dengan banyak cacat dihati, bukan fisik..aku tahu ketika aku lahir tidak seharusnya akn seorang pergi meninggalkan istrinya dan bayi merah yang adalah darah dagingnya demi perempuan lain?seorang aayh yang selalu meragukan aku ini bukan darah dagingnya?seorang ayah yang ingin aku digugurkan ketika dalam kandungan, seorang ayah yang kembali setelah pekerjaan hilang, seorang aayh yang tidak pernah memiliki anaknya seperti memiliki diri sendiri?bagaimana harus aku jelaskan semua kepada kalian..
kelak aku memang akan jadi seorang ayah juga, akan memiliki anak, tapi aku berjanji untuk menyayangi darah dagingku,aku tidaka akan biarkan dia menangis seperti aku menangis..
pernahkah kalian rasakan pukulan dari seorang ayah dengan gagang sapu hanya karena alpa memberi makan anjing peliaraan kalian?kini dia terbaring lemah di tempat tidur.. bahkan untuk minum saja dia tidak mampu, jika aku ingat apa yang dia lakukan padaku, inginku bekap dia dengan bantal dan biar dia mati menuju neraka, bagaimana aku bisa lupa ketika dia menampar ibu ku hanya karena ibuku menjual tanah untuk ku melanjutkan kuliah, bagaimana aku melihat dia menendang ibuku hanya karena makanan yang dimasak ibu tidak sesuai dengan seleranya, kalau saja ibuku tidak berkata " jangan nak, dia ayahmu..dia seperti itu tidak bisa kita lawan dengan kekerasan, kita harus berdoa, biar ayah berubah..kalau kamu melawan ayah kamu, lebih baik ibu mati.."
itu alasan dulu mengapa aku tidak memukul ayah dan membunuhnya, selesai kuliah aku pergi merantau ke ibu kota, dan ibu tinggal dengan adik-adik ku, sementara ayah masih dengan perangai buruknya, datang ke rumah jika sudah tidak punya uang atau sakit,..
aku ingin sekali bilang, dia bukan ayahku,bahkan aku ingin membunuhnya...
sekarang, setelah aku bisa mencari uang sendiri dan bisa menabung, ayah jatuh sakit dan karena alasan itu aku minta pindah tugas kembali ke daerah asalku itu bukan karena inginku tetapi aku tidak bisa membiarkan ibu merawatnya sendiri sementara adik-adikku kini sedang kuliah di luar daerah, saat ini aku sedang berjuang membuang benci, dendam dan sakit hati, itu bukan karena alasan aku sayang ayah,bukan karena aku anak baik yang menerima ayah apa adanya, tetapi hanya karena aku tidak bisa membiarkan ibuku menderita karena merawat ayah sendiri, karena aku tahu ibu begitu mencintai dan menghargai ayah...
*******

Nb: cerita ini nyata dari seseorang yang saat ini dalam kebenciannya harus merawat ayahnya yang mengalami stroke..

Rabu, 09 Desember 2009

hidup adalah sebuah catatan: catatan bersama bayangan

hidup adalah sebuah catatan: catatan bersama bayangan

bahwa hidup adalah sebuah catatan suatu hubungan yang selalu terkait dengan Sang Pecipta, Alam dan makhluk hidup..

catatan bersama bayangan

bahwa hidup adalah sebuah catatan suatu hubungan yang selalu terkait dengan Sang Pecipta, Alam dan makhluk hidup..

aku hempaskan tubuhku, membuka pakaian penghangat dari balutan ditubuhku, udara diluar sangat dingin sehingga harus memakai pakaian seperti ini, namun belum ada 15 menit sudah terasa panas..serba salah...
aku menatap langit-langit kamar, ada satu pantulan bayang dari arah kiri, membentuk garis, dan aku menatapnya dalam-dalam, aku cari sumber bayangan tersebut tapi tidak ku temukan, aku kembali menutup mataku, menahan dingin dengan selimut tipis.
kucoba memejamkan mataku perlahan, ada bayangannya, bayangan yang mengusikku.
senyumannya, rasa simpatik ku dimulai dari senyumannya, kemudian menjadi andalannya saat aku marah, satu rasa yang sampai saat ini kurindukan.
aku berpikir keras untuk menghilangkan bayangan itu, aku mencoba mengatakan pada diriku, bahwa waktu akan mengikisnya.
aku cukup tersiksa, ada sedikit kelemahanku adalah melupakanya dengan mudah tapi tak bisa membiarkan semua berlalu dengan ikhlas..

dia terlahir dengan dua label didalam jiwanya..
menjadi yang lahir bahagia, dan terlahir dengan beban. tapi hidup itu adalah label-label yang memang lebih menjadikan kita sebuah merk hidup yang disudutkan oleh pandangan-pandangan tidak terlihat dengan jelas, artinya seberapa banyak label positif itu menjadikan kamu sempurna untuk bahagia, karena label negatif itu akan mengikuti kamu, seperti bayangan yang mengejar-ngejar dirinya sendiri.

dia,adalah sahabat ku dalam cerita begitu banyak, cerita kesombongannya yang begitu kuat, dia yang menjelaskan ku tentang dirinya dengan unsur manipulatif dan merambah menjadi alur yang kadang-kadang aku sesali, dia yang sesekali mengira aku terlampu lemah untuk kuat, baiklah ini harus diluruskan segera..

dia adalah aku dengan sedikit cercaan dari cerita sekitarnya, dia adalah rumput liar, terlalu liar kata pria intuk seorang wanita, dia adalah cerita yang penuh rasa haru dan meyakinkan.

dia membuatku menjadi bertingkah aneh, kehilangan diri sendiri dan merubah diri dengan merahasiakan siapa aku pada sahabat-sahabatku, label diri bahwa aku adalah pendusta..

sedikit bertanya pada dia, dia akan mengandalkan senyuman nya untuk membuat aku diam, karena senyumnya maut dan tak mampu untuk ku kalahkan.
dia yang aku sesali ketika dia tidak ada, dia yang terus menjadi bayang-bayanganku, dia mengacaukan hidupku kali ini..

aku biarkan bayangan ku pergi, dan mencari apa yang ia mau..karena saat ini aku dalam diamku sedang berpikir bukan cuma membiarkan dia pergi, tapi bagaimana membunuh bayanganku itu...

dia adalah sosok yang hitam dan terus mengikuti...



jakarta "untuk bayangan yg baru terlepas"

Senin, 07 Desember 2009

Dia pergi…tapi tetap ada…

bahwa hidup adalah sebuah catatan suatu hubungan yang selalu terkait dengan Sang Pecipta, Alam dan makhluk hidup..

Cerita darinya untukku dengar, untuk ku sadari dia bukan seperti yang ku kira,dia yang mengajarkan aku banyak hal,pria ini membutakan aku bahwa tidak perlu berpikir utk cinta,lakukan dan rasakan karena cinta datang sekali..pria ini teman yang yang berbeda tapi menjadi sahabat yang luar biasa ketika dia berbagi tentang masa lalu dan cintanya,pria ini mengajarkan bahwa pergi akan membuat dia semakin ada...
Pria ini menyadarkan ku bahwa apa yang aku alami adalah pelajaran cinta dan koreksi diri,setia dan ketulusan..selamat buat mu pejuang ku!
Aku akan mencoba menjadimu dan menceritakan apa yang kamu rasakan dengan kalimat manis yang lebih sederhana...

Aku bahagia bisa membuka jendela, mencium embun pagi ini dan melihat matahari bersinar, aku bahagia bertemu dengannya, bahagia sekali meskipun itu hanya dalam mimpi, aku sudah cukup senang..dia membelai rambutku kemudian mencium keningku dan berkata”kamu selalu membuat ku ingin memelukmu dan menciummu,kamu selalu memberi rasa rindu itu..”
Dia..yang telah pergi tanpa sempat untukku jadikan ratu dalam hidupku, dia yang mengisi hari-hariku dengan dukungan, dia tanpa harus kukatakan cinta, mengerti dan tau bahwa aku sangat mencintainya...dia yang ketika harus pergi membuat jatuh terduduk dalam kelemahan yang tidak dimiliki pria,tersungkur,pingsan dan rasanya aku seperti naga kalah perang..naga yang Cuma bisa meraung-raung,berteriak dan menangis,
Dia membuat ku terpukul,dia yang membuatku benci cinta lain,dia yang kujadikn bentuk cinta, dia yang meninggalkan ku untuk selamanya,dia yang diambil maut oleh kecelakaaan, dia yang terbujur kaku karena salahku..dia yang tidak pernah tau betapa aku hampir hilang kendali terhadap diriku sendiri saat dia pergi,dia tidak tau aku meratapinya...sayang..jangan pernah tinggalkan aku....
Aku pria, dengan banyak kelemahan, pria dengan banyak kesombongan dalam diriku, ternyata aku harus belajar dari cinta untuk mengikis itu semua,tapi kenapa cinta harus mengorbankan dia?aku masih bertanya..dan tidak menemukan jawabannya

Dia...gadis manis yang memiliki suara yang amat merdu,tegas dan punya hati malaikat ..
Wajahnya yang manis dengan senyum yang tulus, tatapan nya yang penuh arti dan sapaan manisnya buatku, itu milik terindah yang pernah kumiliki, bahasa tubuhnya yang terlalu santun buat seorang rocker seperti dia, rocker hebat dengan mental dan rohani yang hebat..dia adalah dewi buatku..aku menggilainya dulu,sekarang dan mungkin untuk selamanya..

Beberapa tahun silam....
”rasanya ga adil dong kalo harus aku yang ngalah..!”aku berteriak kencang saat dia mencoba menepiskan tanganku ketika menariknya dari kursi yang amat rapuh menurutku untuk didudukinya...
”ini bukan masalah mengalah atau tidak,ini hanya minta sedikit pengertian kamu..hanya itu”
Dia menatapku dalam dan sedikit rasa kecewa kulihat diwajahnya..
Aku memang pria yang dilahirkan dengan egois tinggi,dan baru kusadari itu saat ini,saat dia telah tiada. Aku menariknya dari tempat itu, sedikit saja hentakan ku itu sudah membuatnya mengikuti mau ku, aku menariknya dan memegang tangannya,
”apa-apaan kamu!dengarin aku..aku bukan boneka kamu, aku ga boleh marah?,kamu egois!aku begini karena ada alasannya, kamu terlalu memikirkan diri kamu..kamu ga pernah mikirin hati aku..”dia menangis dan menarik tangannya...
Aku yang saat itu terlalu egois, tetap menarik tangannya,aku menghidupkan mesin motorku, dan memaksanya untuk duduk dimotorku,aku pun berlari bersama motorku dan dia diboncengan seperti kesetanan,dia yang saat itu masih jengkel denganku,, mencoba menepuk bahuku aku menoleh ke belakang, tapi tanpa kusadari semua membuatku tidak sadar beberapa menit..tiba-tiba aku sadar, semuanya merah, orang berteriak,aku berada disebuah tepi sisi jalan,berlumuran darah...mataku menuju dia,dari hidung,bibir dan tubuhnya bersimbah darah, aku memejamkan mataku..menahan rasa sakit yang dalam melihat dia terkapar tak berdaya sementara aku tak mampu untuk bangkit dan menolongnya, aku pingsan...

”sudahlah..ni bukan salah kamu sohib..” seorang teman baik menepuk bahuku sambil membawakan aku segelas air putih..aku baru saja sadar dari pingsanku yang entah ini yang ke berapa, tubuhnya masih ada diruang duka, aku duduk tidak mengerti apa yang terjadi, aku tidak kuat melihat tubuh manis itu tidak bergerak selamanya dan akan jadi makanan cacing nantinya, dia tidak akan pernah kulihat lagi,dia yang punya senyuman manis itu,dia yang tulus menerima aku apa adanya,dia yang tidak pernah meminta apapun dari ku kecuali kesetiaan dan kesabaran, dia yang selalu ku sakiti..oooh Tuhan aku tak mau ini..aku menundukkan kepalaku menatap hari-hari kelabu ku bersama bayangannya, selamanya akan begini kah aku,Cuma bisa memeluk dia melalui bayangan dan kenangan,aku tidak sempat membuat dia bahagia...oo sayang tolong jangan pergi ..bangunlah..aku menangis dalam hati..aku tidak mampu menahan ini semua..

Hari-hari berlalu, tapi kenangan pahit dan menyakitkan itu membekas begitu dalam, ini sudah hampir tahun ke 8 aku hidup tanpa mu sayang...aku berbicara padanya setiap tahun,setiap ujung waktu ditahun yg akan berlalu,membawanya mawar merah dan menyayikan lagu di nisannya, lagu yang pernah ada dan takkan pernah hilang untukku, untuk dia....sebuah lagu tanda cinta aku dan dia,cinta yang dimulai dengan keegoisan dan harus berakhir dengan kepahitan seperti ini,dan ketika aku berusaha untuk realistis,semakin aku tidak bisa meninggalkan mu, tahun ini akan berlalu, ini ujung tahun aku akan menemuinya..aku akan melihat bunga-bunga bermekaran dinisannya, senyum itu pasti ada disana..aku berhaarp senyum itu menjadi nyata sayang...

Jakarta, 07 desember 2009

Kamis, 03 Desember 2009

Surat kepada yang terhilang dan akan dipunahkan

jakarta, desember 03,2009
kepada yg tersesalkan dan segera terlupakan

dear,
apa kabar mu?baikkah engkau disitu?masihkah hatimu yang sejengkal itu masih penuh dengan duri penghianatan?kebohongan dan kebencian?ada hal penting mengapa surat ini ku tuliskan, agar setiap detik yang pernah terlewatkan bersama hari-hariku seolah tak sempat singgah dan mungkin berharap itu pernah tak ada, tapi kata orang hidup tanpa kenangan adalah seolah-olah hidup tanpa roh..benar atau tidak aku berusaha realistis, berusaha siuman dari mimpi buruk yang oleh engkau itu tercipta dalam hidupku, dengan mengingat kata-kata mu yang mengerikan itu membuat aku tau kau adalah makhluk yang diciptakan Tuhan juga, walau dulu siklus pemikiranku seperti ini, kau datang seperi malaikat, berubah menjadi iblis dan tetap iblis..tapi iblis pun adalah karya Tuhan juga..sebuah ilusi yang diciptakan Tuhan agar kita manusia lemah ini tau siapa kita, masalah iblis malah memberontak dan tak ingin menjadi bagian dari tahtaNYa, sungguh alangkah bodohnya yah..
dan sekarang aku mengerti, engkau tetap yang tidak akan pernah ada dalam hidupku,engkau bukan ditakdirkan untuk bersama ku dan bukan engkau yang akan membuat ku bahagia..
jadi buat apa kita saling melukai,biarkan aku menelesaikannya dengan caraku dan ikuti saja apa maumu..jalan kita beda..
selamat tinggal kenangan tanpa inginku kenang..

Minggu, 20 September 2009

mengapa matahari tidak seramah bulan?

bahwa hidup adalah sebuah catatan suatu hubungan yang selalu terkait dengan Sang Pecipta, Alam dan makhluk hidup..

siang ini aku bertemu pandang dengan matahari, mata ku silau dan terasa sakit sekali, entah kenapa keinginan ku melihat langit membuat ku lupa ada matahari yang menjaga langit disaat siang, aku jadi teringat ketika aku masih kecil, saat udara siang hari aku akan memaksa kan diriku untuk melihat matahari,dan itu membuat mata ku sakit sekali dan harus ke dokter specialis mata, bahkan mata ku menjadi bengkak, ayah mencoba memberi penjelasan pada ku tentang apa yang aku lakukan, penuh kesabaran dan sedikit membujuk, ayah coba menghentikan kebiasaanku, bahkan ayah sampai memberikan contoh banyak hal, aku cuma terdiam dan menunduk, menimbulkan banyak pertanyaan yang sampai sekarang aku masih belum menemukan jawabannya sampai aku sendiri meninggalkan pertanyaan itu menjadi hal yang tidak ingin aku ketahui dan membiarkan pertanyaan itu menjadi kenangan, mengapa pada siang hari kita tidak boleh menikmati keindahan langit, kenapa harus malam hari?kenapa matahari begitu kuat menjaga langit pada siang hari?apakah Tuhan sedang bekerja dilangit sana dan tidak ingin diganggu pada siang hari?kenapa matahari tidak seramah bulan?
aku mencoba mengingat kembali senyuman ayahku, mencoba memberikan penjelasan untuk pertanyaan-pertanyaan ku, papa bilang mata ku diciptakan Tuhan dengan sempurna, dan Tuhan memberikan mata bukan cuma untuk memandang keatas tetapi kedepan,ke kiri,ke kanan, ke belakang dan ke bawah, Tuhan tidak mau kalo sampai manusia terbius dengan ke indahan langit dan tidak melihat ke lain arah lagi, dan aku kembali bertanya bukankah dimalam hari kita tidak terlalu cukup waktu untuk melihat ke langit?kita sudah capek dan lelah beraktivitas sehari. ayah menjawab dengan sabar bahwa jika kita selalu memandang ke atas maka kita akan melupakan yang dibawah..melupakan yang ada disekitar kita, Tuhan ingin kita benar-benar bisa membuka mata kita untuk sekeliling kita, tanpa harus membanding-bandingkan apa yang kita lihat..
ayah, saat ini aku terlalu ingin melihat keatas, mata ku tak bisa untuk menahan menunggu malam untuk memandang ke langit, aku ingin matahari yang sangat menyakitkan ini, aku tau ayah ini akan membuat aku buta dan tidak lagi melihat yang lainnya bahkan aku tidak akan bisa lagi melihat matahari itu sendiri, mengapa matahari aku tidak bisa memandang keatas jika ada dirimu?mengapa kau tidak seramah bulan?mengapa matahari?

Selasa, 08 September 2009

catatan seorang perempuan dalam cerita sibuah mangga dan nenek

aku memejamkan mataku,dan mulai menikmati alunan musik instrumental dari heatset HP ku, angin mulai bermain-main dengan udara panas sepanjang jalan jakarta menuju penyebrangan pulau sumatra, aku menghela nafas panjang saat melewati jalan-jalan yang menyisakan kenangan padaku, Bandar Lampung, sebuah tempat yang membuat aku menjadi siuman tentang realitas hidup yang tidak selalu memihak kepada keinginan kita,banyak hal yang harus dikompromikan kepada diri kita untuk terus bersabar, banyak hal yang membuat ku sanggup untuk tidak memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada siapapun, membuat ku lebih egois dan sedikit saja memiliki belas kasih, bahkan kini hatiku yang dulu penuh harap berisi sebuah kata sebaiknya terjadilah yang harus terjadi,tidak ada mimpi lagi,tidak ada angan-angan lagi,semua tertutup oleh kekecewaan, tapi aku tersadar ketika aku harus mengatakan ini kepada banyak orang, bahwa aku sedikit lebih baik saat ini dengan hari-hari dimana aku terus melewatkan sakit hatiku dengan bercerita, dan mencoba mengingat kisah melalui dia seorang perempuan anggun yang memiliki rambut panjang,berhelai tipis dan berwarna putih,kulit kering dan keriput,tubuhnya bungkuk dan sering lupa dimana dia meletakkan kacamatanya.
seorang pedagang keliling lewat menawarkan buah mangga yang sangat ranum fisiknya,berwarna hijau kekuning-kuningan,wanginya membuat ku ingin memiliki semua buah mangga yang ditawarkannya,aku ingin membelinya,aku ingin menikmati kenikmatan yang ditawarkan oleh fisik buah mangga itu, aku merengek-rengek meminta mamaku membeli buah mangga itu, dan sepertinya mama setuju, tiba-tiba nenek menggelengkan kepalanya,meminta supaya mama ku jangan membeli buah mangga itu, tapi aku terus memilih buah mangga itu dan alhasil mama tetap membeli buah mangga itu dengan harga yang sangat mahal dibanding dipasar, sesampai dirumah buah mangga itu dikupas mama,dan dari 10 buah mangga itu tak satupun yang bagus,semuanya penuh ulat, jadi tak satupun bisa dimakan,aku kecewa sekali dan menyesal telah memaksa mama membeli dengan harga yang sangat mahal, walaupun mama tidak marah,tapi aku tetap merasa bersalah,dan nenek mengerti perasaanku,nenek memelukku dan mencium pipiku,saat itu usiaku 8 tahun, "cucu nenek yang cantik,nenek senang kamu suka buah tapi apa yang kamu lihat itu enak dan bagus,belumlah tentu isi nya bagus"
"terus yang bagus itu apa harus jelek luarnya nek?"tanyaku..nenek pun semakin melebarkan senyum yang manis, "bukan harus jelek,dan bukan pula harus bagus,penampilan luar bukan yang utama,yang penting bagaimana kamu bisa mengenali sesuatu sebelum kamu memilih"
aku semakin bingung dengan kata-kata neneknya, "bagaimana cara memilih yang baik nek?"
"caranya adalah kamu harus jatuh biar bangkit,kamu harus sakit dulu biar bisa lebih menghargai kesehatan,kamu harus berbaring dulu toh biar bisa berdiri, nah untuk memilih pun kamu harus tau,pengalaman lah yang akan mengajari kamu"
mungkin berat sekali pembicaraan diatas,tapi itu terjadi diantara aku dan nenek, mungkin sebagian berpikir teralu berlebihan membicarakan hal tersebut pada seorang anak kecil tentang makna hidup, namun buat nenek untuk bisa hidup tidak ada batasan bahwa sesuatu harus tau ketika pada waktunya, nenek adalah seorang guru dari pengakuan batin ku,karena nenek menganggap bahwa aku harus bisa mengenali hidup sebelum aku melewati hidup begitu saja,dan nenek mencoba mengisi hidupnya menjadi guru buat seorang yang ia sayangi,memberikan banyak hal-hal yang pernah ia alami sebagi senjata buat ku untuk menghadapi masa depan ketika harus terlepas darinya suatu saat nanti.