" among Love, Satisfaction, and Feel Guilty"
sebelumnya, tanpa bermaksud apapun aku hanya ingin menceritakan apa yang terlihat dan ditangkap oleh mataku, kemudian diteruskan ke otak, dan menjadi satu pemikiran yang sangat menarik untuk ditulis, catatan tentang seorang pria yang menyukai sesama jenisnya, dan menjadi gaya hidup yang sangat mengkhawatirkan bagi orangtua yang masih menghargai norma-norma agama. mereka sering disebut kaum Gay, dan menjadi momok buat keluarga yang memiliki anak laki-laki tampan dan bersikap ala feminim, hidup dikota besar seperti jakarta dan punya pekerjaan yang mapan. sebagian gambaran Gay adalah seperti hal diatas, bahkan ketika saya berkumpul dengan teman-teman disebuah Coffee shop, seorang teman mengeluarkan satu statement tentang Pria yaitu"coba kamu lihat disekeliling kamu, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui.. pertama cowok tampan biasanya sudah punya cewek cakep itu sebutannya maat keranjang, kalopun nggak cakep tuh cewek yang digandeng berarti cowok cakep mata duitan, kalo berjalan sendirian biasanya punya masalah dengan wajah, tapi tetap gandengannya yang cantik berarti itu cowok kaya, nah cowok cakep dan kaya masih jalan sendiri, ada dua hal: 1. masih berpikir memilih cewek yang akan dinikahi, 2.nih dia, yang kedua malah nyakitin..udah cakep, kaya, smart..tapi sendirian n suka bareng jalan ma cowok, artinya tuh cowok GAY!"
saya dan teman-teman spontan tertawa mendengar ocehan teman yang memang hobby bercanda, tapi aku tak menutup mata untuk hal yang terakhir, karena pada saat bersamaan, saat kami tertawa dan jalan bareng, seorang yang terang-terangan mengakui dirinya Gay ada dalam komunitasku saat itu, 4 wanita single dan 2 pria single menghabiskan waktu bersama semalam suntuk disebuah coffee Shop dan dilanjutkan ke Cafe lagi..
dia seorang pria yang memiliki wajah yang sangat manis, bentuk hidung nya mancung, kulit yang halus dan bersih, rambutnya yang klimis, tubuhnya yang tegap dan tinggi sekitar 173Cm dengan mengenakan pakaian yang bermerk membuat ia pantas untuk dinilai Good Looking
karena kedekatan diantara kami, dia selau ingin dipanggil adik, dan terkadang tampak manja sekali, dia adalah anak satu-satunya dari keluarga yang berasal dari sumatra.
memiliki pekerjaan yang sudah mapan disebuah perusahan retail yang tergabung dalam perusahan ternama, lulusan sarjana dari perguruan tinggi swasta yang bonafit. dia memberikan inpirasi kepada saya bagaimana berusaha bangkit dari keterpurukan dan terus gagal, tapi dia tidak pernah menyerah..aku sengaja menulis diblog ini dengan gaya narasi, karena memang cerita ini bersumber dari apa yang ia ceritakan kepadaku.catatan ini nyata,dimulai dari perkenalan, menjadi teman dan akhirnya bersahabat..sebuah catatan tentang seorang gay, istilah umum yang dipakai untuk seorang laki-laki yang menyukai sesama jenisnya. gay satu kata yang sangat jauh dari pikiranku, aku seorang perempuan yang sangat menghormati nilai-nilai agama dan sangat membenci sesuatu yang tidak benar, tapi disini, didalam pikiranku dan dalam hidupku, dia ada dan tepat berada disampingku untuk menjadi seorang teman.
menarik sekali berbicara tentang dia, namanya tidak kusebutkan disini, aku sering memanggilnya dede, sifatnya yang kemayu, lembut dan sabar membuat dia terlihat tampan dan menarik, wajahnya sangat menarik, hidungnya mancung dan dia memiliki tubuh yang atletis.
dede merupakan anak satu-satunya, dede berasal dari keluarga sumatra utara yang sangat terkenal kalo mendidik anak sangat keras dan disiplin..dede mampu membuktikan untuk karier dan pendidikan dia berhasil menyenangkan kedua orang tuanya, tapi terkadang dede menyimpan catatan sendiri tentang hatinya yang dalam yang tidak dapat dituangkan kepada siapapun, atau dituangkan dalam bentuk tulisan pribadi, tidak!dede hanya menyimpannya dalam hati sampai dia bertemu dengan saya dan teman-teman. dede sangat rohani sekali, dia rajin beribadah, suka menolong teman-temannya, dede adalah laki-laki yang memiliki attitude yang baik, sampai suatu ketika dede pun terbuka pada kami"bahwa dia seorang gay yang sangat menyukai pria", satu hal yang pasti terjadi kepada siapapun ketika mendengar hal ini..kaget dan tidak percaya!" mungkin ada yang mati-matian untuk berusaha menerima tapi ada yang berpikir itu masalah lu, tapi jika itu berhubungan dengan keluarga kamu?sahabat kamu? atau orang yang dekat dengan kamu?yang aku bayangkan saat itu adalah,"bagaimana jika dia adalah keluarga ku?anakku, adikku, sepupuku?atau yang lebih parah lagi, klo itu pacar kamu?oh..it'so hurt!
cerita ini dimulai dari...
1. Love...
namaku dede, umurku tepat 25 tahun saat ini, aku berasal dari keluarga yang bisa dikatakan sangat berkecukupan, pekerjaanku saat ini adalah seorang traineer disebuah perusahaan retail terkenal, aku seorang gay..mungkin setiap orang yang membaca atau mendengar kata-kata itu akan kaget dan akan menyudutkan ku, tidak apa-apa"its gonna be ok"
aku tidak pernah ingin seperti ini, karena sangat menyakitkan, dikitab suci agamaku pun Tuhan hanya menciptakan adam dan hawa tidak adam wati,:) terkadang ada hal yang tidak mampu untuk ku lepaskan dalam hidup ini, kata-kata yang harus ku susun dengan sangat hati-hati, bahwa aku seperti ini bukan kehendakku dan tolong jangan persalahkan aku, jangan buat aku menyesal dilahirkan kedunia ini..
awalnya dimulai dari perasaan cinta..
saat itu umurku masih 15 tahun, saat berteman dengan seorang anak laki-laki sekelasku, dia sangat pintar, baik, dan menjadi buah bibir setiap murid maupun guru, semua menyukainya, aku yang saat itu diperlakukan oleh ayahku dengan keras sementara ibu memperlakukan ku seperti anak perempuan yang manja, 2 hal yang sangat tidak membuat ku nyaman dan pada akhirnya mempengharui cara bergaul ku disekolah, aku lebih cenderung sendiri, Dion itu nama temanku itu, aku sering berhayal ingin menjadi seperti dia, menjadi kebanggan semua orang, tidak dimarahi oleh ayahnya, tidak dipaksa pekerjaan rumah kayak perempuan dan di sukai banyak teman..
karena aku sangat mengaguminya, aku sering memperhatikannya, timbullah suatu rasa yang tidak ku mengerti, setiap dia tersenyum padaku, aku serba salah dan ada perasaan seperti ingin melayang, rasa suka yang tidak wajar..aku seperti perempuan yang ingin mencari perhatian laki-laki yang disukainya, memakai pakaian rapi, berharap bertemu ketika perjalanan menuju sekolah dan aku mulai merasakan cemburu jika teman-teman perempuanku membicarakan dia, aku cemburu!
hal itu tidak berlangsung lama, dia pindah sekolah dan tinggallah aku sendiri, sedih dan meratapi kegagalan cinta pertamaku, aku tidak nafsu makan, mandi dan pergi sekolah pun karena terpaksa.kehidupan ku seperti semula lagi tanpa ada semangat yang membuat aku lebih baik lagi..
tahun 2002, aku melanjutkan kuliah disebuah perguruan tinggi yang terkenal didaerah kebon jeruk , Jakarta. jurusan yang aku ambil adalah management informatika, disinilah dimulai perkenalanku dengan dia yang memberikan aku kepastian cinta itu, seorang ekspatriat dari Prancis, laki-laki tampan dan sangat mapan..
dunia ini baru dimulai setelah aku berkenalan dengannya..
2. Kepuasan "Satisfaction"
seorang yang menarik, tubuhnya jangkung dan kulitnya yang halus, menjadi kekagumanku tersendiri, lembut dan ramah,aku berkenalan dengannya melalui dunia maya, aku tak ingin menyebut namanya karena sosoknya adalah seorang pahlawan buat ku sekaligus iblis yang membuatku hancur, pahlawan karena dia banyak mengajarkan hal-hal yang tidak aku ketahui, dia memberikan perlindungan saat aku butuhkan, memberikan materi yang berlebihan dan dia sangat peduli pada setiap inci keadaanku, bergaul dengannya membuat ku bisa berbahasa Prancis,tapi kenapa aku menyebutnya iblis?dia membawa ku kedunia ini lebih dalam dan dia lah orang pertama yang memperkenalkanku untuk hal yang membuatku ketagihan..sex.
awal perkenalan ku saat itu karena aku mencari tugas kuliah disebuah situs yang berkaitan dengan tekhnologi, saat itu aku sedang mencari bahan kuliah, aku mulai mencari referensi dari internet dan masuk ke blog nya, akhirnya aku mulai bertanya banyak hal tentang tekhnologi dan menjurus ke arah persahabatan, dilanjutkan dengan saling tukar no telepon, rasanya aku mulai merasa deg-degan setiap mendengar suaranya, akhirnya kami "kopi darat" dan ya ampun, aku merasa sesuatu yang aneh ketika bertemu dengannya, dia memperlakukan ku seolah-olah kami memang pasangan yang sudah lama membina hubungan, dia sangat romantis dan lembut.
selesai dari perkenalan itu dia mengajakku ke hotel dan selalu memuji parasku, katanya aku sangat tampan dan menarik, dia yakin bahwa aku adalah pasangan yang ia cari, bukannya menolak, aku malah tersenyum dan bahagia, aku baru sadar bahwa aku ini kelainan, aku ini gay, aku ini..akh!"
malam itu semua terjadi, aku merasakan sesuatu yang sangat indah namun penuh perasaan bersalah, aku ini sebenarnya apa?laki-laki kah?tapi kenapa aku berhubungan dengan laki-laki juga?kalo aku perempuan tapi kenapa tubuh laki-laki yang aku punya, perasaan bersalah itu akan hilang ketika mendengar suaranya, mendengar dia mengucapkan kata-kata sayang itu amat merdu sekali, aku yang berjanji tidak ingin melakukan hal itu lagi, lagi-lagi harus kalah oleh nafsu yang telah merasakan kepuasaan seksual yang luar biasa darinya, aku melakukannya lagi dan lagi..aku menjadi ketagihan, aku selalu ingin mencari kepuasaan dengannya..
hubungan kami berlangsung selama 2 tahun, dia sangat mencintaiku, aku tau dia telah memiliki anak seusiaku dan istri yang sangat menyayanginya di prancis, ada perasaan bersalah namun itu selalu kalah oleh sesuatu yang disebut" kepuasan "
2 tahun menjalin hubungannya membuatku menjadi yakin bahwa aku gay, aku homo,aku ini memiliki kelainan sex, dan tidak seorang pun yang tau..
dia pergi meninggalkan ku, dia kembali ke negara nya, dia mengajakku ke negaranya, dan akan menceraikan istrinya, dan dia berjanji akan memiliki ku untuk selamanya, tapi aku menolak untuk ikut ke negeri asalnya, aku tidak ingin menyakiti keluarganya lebih dalam lagi, dan aku takut bagaimana kalo dia menelantarkan ku negerinya?walau sedih aku harus merelakannya.
setelah kepergiannya aku mulai mencari pelampiasan kepada siapa saja yang mau mengajak ku tidur, aku bergabung dengan komunitas gay indonesia, bersama-sama dengan mereka hidupku mulai kacau, mencoba hal-hal baru, ke club-club gay dan mengadakan pesta pora, tapi hal yang tidak akan ku coba adalah narkoba, aku tidak mau mati muda.,hanya itu alasannya bukan karena takut Tuhan.
Tiap malam aku terus mencari kepuasan seksual, bahkan lebih gilanya aku gini mencari gay simpanan seorang pengusaha, materi yang berlimpah dan kasih sayang yang lebih darinya..membuatku sangat menikmati duniaku, perasaan bersalah itu pupus sudah..
keluarga ku tidak pernah tau apa yang aku lakukan, aku tetap menjalankan peran sebagai anak baik-baik, tapi diluaran dunia malam menjadi jalan hidupku.
Ibu ku tidak pernah curiga kalo harus keluar malam, aku katakan saja menginap dirumah teman yang sudah dikenal orang tuaku, atau aku katakan saja ada kegiatan kampus..selesai!"
mungkin kalo aku bisa melihat ke langit, Tuhan sudah menangis terseduh-seduh melihatku, tapi aku tidak tau harus bagaimana lagi, aku hancur dan terlanjur rusak.
selesai kuliah, aku mulai melamar pekerjaan, tidak sulit bagiku untuk mencari pekerjaan, aku diterima dimanapun aku inginkan, aku mulai terbuka dengan siapa saja dan mulai mengekspresikan kelainan ku pada teman-teman gay ku, aku mulai berteman dengan perempuan-perempuan penjual parfum mahal dan mulai bertanya-tanya customer2 mereka yang hobby parfume siapa-siapa saja, karena aku yakin pria dengan selera parfume mahal tidak lebih dari aku yang gay, itu persepsiku teman!
walau hidupku hancur berantakan, tapi aku tetap rajin beribadah dan terkadang terselip perasaan bersalah itu, sampai akhirnya aku bertemu dengan teman-teman yang sangat terbuka dengan keberadaanku, mereka berpendidikan tinggi, dengan latar keluarga yang baik-baik, kami memiliki selera humor yang sama dan suka beribadah ditempat yang sama, kami sering makan bareng. berteman dengan mereka membuat aku sadar siapa aku dan aku harus bangkit dari keterpurukanku, aku tau sulit tapi harus biasa, keinginan ku untuk berubah dimulai dari perasaan bersalahku..
3. Perasaan bersalah"Feel Guilty"
Mereka benar, dunia selalu menawarkan banyak hal-hal yang indah dan nikmat, tapi dunia bukanlah tempat yang abadi, dunia tidak lebih dari angin yang berhembus, sekejap saja hilang dan seperti busur panah, jika telah dilepas tidak akan pernah kembali lagi..hidup adalah waktu!
aku merasa bersalah kepada Dia yang menciptakanku, aku merasa bersalah kepada dia yang melahirkan dan membesarkanku, aku merasa persalah kepada mereka yang sayang kepadaku, aku ingin bangkit dan kembali pada jalan yang benar.
keinginan itu sangat didukung oleh teman-temanku, mereka selalu memberikan dukungan dan doa, aku mulai berkonsultasi dengan konselor, didalam perjalanan ku untuk berubah, sangat tidak mudah!seperti mendaki tebing yang sangat tajam dan aku hampir saja menyerah.
teman-teman komunitas gay ku menertawakanku, dan berkata bahwa cuma omong kosong jika aku bisa kembali normal, aku tersudut!mereka sering menerorku dan godaan seksual itu hampir tiap jam berkecamuk di otakku, dan tanpa aku sadari, aku yang hampir bangkit jatuh lagi!
sekarang, perasaan bersalah ku semakin berlipat ganda, perasaan bersalah karena aku menjalani hidup sebagai gay, dan perasaan bersalah telah mengecewakan mereka yang memberi waktunya untuk aku berubah, aku merasa bersalah!
teman inilah ceritaku, dan saat ini aku tetap ingin bangkit, aku ingin lepas dari ini semua, aku ingin berubah....
* saat ini dede masih berjuang, berharap teman-teman mendoakannya, dede belum benar-benar sembuh, sebulan yang lalu dede masih jatuh ke dalam dosa yang sama*
Rabu, 29 Juli 2009
Selasa, 28 Juli 2009
catatan tentang perempuan dan intuisi...

bahwa hidup adalah sebuah catatan suatu hubungan yang selalu terkait dengan Sang Pecipta, Alam dan makhluk hidup..
catatan tentang perempuan dan intuisi...
saat aku menulis blok ini adalah pada pukul 03:54 Wib, sebenarnya hanya ingin cerita sedikit tentang hal-hal yang menyakitkan, sebuah perasaan seorang perempuan yang disakiti dan menangis karena menahan sakit yang seharusnya itu tidak terjadi, sebuah penyesalan karena pengkhianatan oleh orang yang menjadi harapannya dimasa depannya,orang yang memang sebenarnya bukan disiapkan untuknya, orang yang cuma singgah sebentar dalam hidupnya tapi membuat nya terus berharap pada orang tersebut, perempuan ini sadar betul tentang kata-kata mungkin dia bukan yang terbaik, perempuan itu sadar betul untuk satu hal yang sangat menyakitkan dalam hidupnya, bahwa dia yang disebut laki-laki itu mengkhianatinya untuk sesuatu yang tidak lebih dari dia, ada rasa benci dan merasa dicampakkan oleh hidup..perempuan itu berusaha bangkit dari keterpurukannya, menggapai langkah untuk menyusun hidup baru, suatu kesempatan yang sangat ditunggunya mungkin tidak hadir hari ini, tapi mungkin besok, besok lagi, lagi lain waktu..
tapi dalam hati dia menangis, dia kecewa, dan tak seorang pun yang tau seperti apa dia saat ini, dia dicampakkan dengan kata-kata "kamu terlalu baik untukku, kamu mungkin bisa lebih bahagia dengan orang lain"
ternyata itu sebuah alasan yang disusun untuk sebuah pengkhianatan, seorang yang ia cintai membuat rencana yang sangat keji, menghianatinya dengan cara yang sangat sadis, sumpah serapah itu yang menjadi doanya, melihat pria yang ia cintai mati, sadis bukan? efek yang laki-laki itu buat,.
tidak berapa lama dari rasa sakit itu, dia disakiti untuk sakit yang belum sembuh, lagi-lagi laki-laki itu, itu-itu juga..betapa sumpah itu akan berjalan terus pada kehidupan pria itu, sebuah intuisi yang tidak diinginkan pun hadir, bahwa pria itu tidak akan pernah merasa indah dicintai dan mencintai, sampai akhir hayatnya, itulah konsekuensi sumpah dan itu adalah gambaran dan bayangan yang akan selalu terjaga, perempuan itu tidak percaya, tau sejauh itu untuk orang yang telah menyakitinya, tapi untuk bilang tidak pun dia tidak bisa, bahkan untuk bilang pada laki-laki itu tentang semua yang ia lakukan itu akan terjadi, dan seperti lingkaran setan, itu akan berulang, berulang dan terus berulang dalam kehidupannya, bahkan satu intuisi bahwa rasa sakit itu cuma bisa disembuhkan oleh perdamaian dalam nama Sang Pencipta.
laki-laki hanya tersenyum dan mengabaikan intuisi perempuan itu..
hanya waktu yang akan berbicara nanti, intuisi karena rasa sakit itu benar atau tidak, cuma masalah waktu...
Senin, 27 Juli 2009
catatan tentang kebijaksanaan
karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia.
dunia dalam pikiran kita,
kadang hanyalah suatu bentuk personal.
dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri.
tak ada orang lain yang terlibat disana,
sebab seringkali dalam pandangan kita,
dunia adalah bayangan diri kita sendiri.
ya memang,
jalan kehidupan yang kita temui masih terjal dan berbatu.
manakah yang kita pilih?
melapisi jalan itu dengan permadani berbulu
agar kita tak pernah merasakan sakit atau melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalaui jalan-jalan itu?
( 50 cerita bijak)
kata-kata diatas membuat aku sadar 1 hal bahwa " untuk membuat kita nyaman untuk hidup, kadang kala kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan mengubah dunia ini, aku jadi teringat nasehat seorang teman saya yang saat ini bekerja disebuah instansi pemerintahan, dia adalah kakak tingkat ku semasa kuliah, seorang yang memiliki jiwa pelayan, yah itu menurut aku..
sebuah kata-kata yang sampai sekarang aku ingat, ketika itu aku bercerita banyak kepadanya tentang kondisi pekerjaanku, aku katakanaku capek, aku muak dengan teman-teman kerja aku dan aku merasa tidak nyaman berada dilingkungan kerja ku, aku katakan kepadanya"ih kok mereka nggak berubah yah, dari dulu banyak banget anak baru resign gara-gara sikap mereka!"
tapi jawaban apa yang aku dapat darinya" sebenarnya setiap pekerjaan, dimanapun, apapun posisi kita dan seperti apapun pekerjaan kita bahwa bekerja adalah hal yang harus kita jalani dengan tulus dan biarkan Tuhan campur tangan, karena kuasa Tuhan itu lebih dari apapun, hati manusia bisa diubahkan olehNYA, tapi masalahnya yang diminta Tuhan adalah sudahkah kita berubah untuk bisa menerima mereka apa adanya? sebenarnya kalo kita mau langsung kepada pokok masalahnya adalah, siapakah kita minta mereka untuk berubah?siapa kita?"
perkataan tajam yang sangat menyentuh, sedikit menyakitkan tapi membuat aku sadar bahwa siapa saya?kalo saya ingin nyaman, sayalah yang berubah menerima mereka apa adanya..
aku jadi teringat sebuah cerita bijak, tentang seorang raja yang akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki saja, baru beberapa meter berjalan keluar istana kakinya terluka karena terantuk batu. ia berpikir, "ternyata jalan-jalan dinegeriku ini jelek sekali.
aku harus memperbaruinya"
maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan dinegerinya dengan kulit sapi yang terbaik.
segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan, mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri, ditengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pendeta menghadap maharaja.
ia berkata kepada maharaja"Wahai paduka, mengapa paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalandinegeri ini, padahal sesungguhnya yang paduka perlukan hanya dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki paduka saja?"
konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut sandal.
dunia dalam pikiran kita,
kadang hanyalah suatu bentuk personal.
dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri.
tak ada orang lain yang terlibat disana,
sebab seringkali dalam pandangan kita,
dunia adalah bayangan diri kita sendiri.
ya memang,
jalan kehidupan yang kita temui masih terjal dan berbatu.
manakah yang kita pilih?
melapisi jalan itu dengan permadani berbulu
agar kita tak pernah merasakan sakit atau melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalaui jalan-jalan itu?
( 50 cerita bijak)
kata-kata diatas membuat aku sadar 1 hal bahwa " untuk membuat kita nyaman untuk hidup, kadang kala kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan mengubah dunia ini, aku jadi teringat nasehat seorang teman saya yang saat ini bekerja disebuah instansi pemerintahan, dia adalah kakak tingkat ku semasa kuliah, seorang yang memiliki jiwa pelayan, yah itu menurut aku..
sebuah kata-kata yang sampai sekarang aku ingat, ketika itu aku bercerita banyak kepadanya tentang kondisi pekerjaanku, aku katakanaku capek, aku muak dengan teman-teman kerja aku dan aku merasa tidak nyaman berada dilingkungan kerja ku, aku katakan kepadanya"ih kok mereka nggak berubah yah, dari dulu banyak banget anak baru resign gara-gara sikap mereka!"
tapi jawaban apa yang aku dapat darinya" sebenarnya setiap pekerjaan, dimanapun, apapun posisi kita dan seperti apapun pekerjaan kita bahwa bekerja adalah hal yang harus kita jalani dengan tulus dan biarkan Tuhan campur tangan, karena kuasa Tuhan itu lebih dari apapun, hati manusia bisa diubahkan olehNYA, tapi masalahnya yang diminta Tuhan adalah sudahkah kita berubah untuk bisa menerima mereka apa adanya? sebenarnya kalo kita mau langsung kepada pokok masalahnya adalah, siapakah kita minta mereka untuk berubah?siapa kita?"
perkataan tajam yang sangat menyentuh, sedikit menyakitkan tapi membuat aku sadar bahwa siapa saya?kalo saya ingin nyaman, sayalah yang berubah menerima mereka apa adanya..
aku jadi teringat sebuah cerita bijak, tentang seorang raja yang akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki saja, baru beberapa meter berjalan keluar istana kakinya terluka karena terantuk batu. ia berpikir, "ternyata jalan-jalan dinegeriku ini jelek sekali.
aku harus memperbaruinya"
maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan dinegerinya dengan kulit sapi yang terbaik.
segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan, mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri, ditengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pendeta menghadap maharaja.
ia berkata kepada maharaja"Wahai paduka, mengapa paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalandinegeri ini, padahal sesungguhnya yang paduka perlukan hanya dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki paduka saja?"
konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut sandal.
Jumat, 24 Juli 2009
mengasihi bukan mengasihani
bertelanjang kaki, kulit kumal dan terkadang mereka membiarkan tubuh mereka diterpa debu yang sangat tebal dipinggiran jalan. mengemis demi hidup terkadang terasa sangat menyedihkan, membiarkan harga diri terbuang demi perut kosong dan nafas yang harus dilanjutkan..
angkutan umum yang aku tumpangi melaju sangat kencang, menyusuri jalan-jalan arteri di ibukota jakarta, disetiap sudut lampu merah, sosok mungil bertelanjang kaki, hitam dan dekil, memaksa masuk melahap setiap kesempatan untuk menjual suara mereka yang dinilai dengan recehan, ada yang menghibur tapi ada juga yang membuat perjalanan serasa memuakkan..
aku merasa hari ini lelah sekali dengan banyak hal yang harus dikerjakan, duduk di kursi yang diberikan seorang bapak baik hati, karena status ku sebagai perempuan yang sering dianggap kaum adam untuk dilindungi, aku senang untuk kesempatan itu, bocah mungil itu masuk dan mulai membagikan amplop kepada tiap-tiap penumpang, lucu memang..pada amplop itu ditulis kata-kata yang menyentuh, seperti ini"bapa/ibu,om/tante dan kakak-kakak, kami anak jalanan membutuhkan uluran tangan dari anda-anda semua" bahasa tulisan yang lucu dan tulisan itu diketik dengan menggunakan komputer, sebenarnya siapa dibalik mereka ini semua?belum berhenti aku berfikir sianak tadi mulai bernyanyi dengan suara yang lebih buruk dari dengungan lebah, tapi wajahnya yang lembut dan tatapan maatnya yang penuh simpatik telah membawa aku larut dalam rasa kasihan yang dalam, secepat kilat ku rogoh tasku dan menyelipkan diamplo putih tersebut. selesai bernyanyi anak kecil itupun mulai mengumpulkan amplop putih itu, aku memberikan amplop putih itu kepadanya, terlihat dia memberikan ucapan terimakasih yang daalm, tapi ketika dibelakangku bapak baik hati yang memberikan tempat duduknya untukku tadi mengeluarkan roti yang sangat lezat menurutku, tapi apa yang dilakukan anak kecil tersebut?dia menerima roti itu sambil bersungut-sungut dan berkata"lah pak, saya minta uang buka makanan, lah klo makanan gini aja saya juga bisa beli!"
akh!antara kecewa,kesal dan menyesal, itulah yang ada diotakku, perasaan menyesal mengapa aku memberikan uang itu jika sebenarnya dia mampu beli roti selezat itu, kata-kata kasarnya kepada bapak itu benar-benar diluar dugaanku, ketika angkutan umum yang ku kendarai berhenti di lampu merah, sianak turun sambil berteriak"pada pelit kalian semua..uh belagu"
ha!!!aku serasa melihat kabut diwajah bocah pengamen yang memiliki wajah penuh simpati itu,
pikiran ku terus pada sikap anak tersebut, akhirnya itu menjadi bahan pemikiranku ketika bertemu seorang teman yang bernama siska belina tarigan, seorang lulusan komunikasi yang sangat mencintai anak-anak dan selalu memberi banyak masukan buat ku, Aku tertegun, mulanya aku mengasihaninya kemudian memberikan sedikit uang kepadanya dengan selipan doa dalam hati semoga Tuhan memberikan jalan kepadanya untuk bisa hidup lebih layak lagi, tapi ternyata rasa simpaty ku padanya berubah menjadi rasa kecewa yang begitu mendalam, mulai timbul kekesalan dan rasa menyesal, aku mulai menggerutu dalam hati tentang bocah kecil itu, Kami sering bertukar banyak hal tentang teori kehidupan, masalah agama dan motivasi untuk hal-hal yang positif.aku mulai mengeluarkan uneg-unegku tentang bocah kecil yang menyebalkan itu, tapi diluar dugaan ku, siska berkata”nit, memberi bukan karena kamu mengasihani tapi karena kamu mengasihi, mengasihi diperlukan banyak sekali tawaran-tawaran untuk menolak bahwa kita mengasihi oranglain, yang datangnya tentu dari iblis dan sifat kedagingan kita yang mementingkan diri sendiri. Rasa kasihan sebenarnya itu bagian dari diri kita yang mengambil bagian seandainya saya seperti itu, tentu saya tidak mau, karena saya tidak seperti makanya saya sedikit memberikan apa yang saya punya, sedangkan kasih adalah kita mengasihi,mencintai dan membawa orang yang kita kasihi adalah bagian hidup kita, tentunya jika kita mengasihi kita mampu memberikan apapun yang kita punya, bahkan nyawa sekalipun, dan jika orang yang kita kasihi menyakiti kita atau membuat kita kecewa kita tidak akan memberi ruang dalam hati kita untuk membencinya, tapi memberi setiap ruang dihati kita untuk mendoakannya. Mengasihi sudah tentulah ada rasa kasihan tapi rasa kasihan belum tentu datanganya dari kasih. Coba kamu refleksikan dalam hubungan kita dengan Tuhan?sedangkan kita memberikan sedikit dari yang kita punya, mungkin tidak ada sepersepuluh dari satu persen yang kita punya, ketika mereka membuat kita kecewa kita langsung kesal dan merasa menyesal memberikan itu, tapi Tuhan sungguh hebat, Dia memberikan kita nyawa-NYA untuk menebus kita dari dosa, dan kita malah sering menyakitinya, bukannnya Tuhan kecewa tapi terus mencarimu, mengajakmu kembali kepada jalanNYA, itulah kasih sempurna nit, mengasihi seorang yang tidak sempurna dengan sempurna Dalam hati aku berkata”Tuhan,aku ingin bilang betapa Engkau dahsyat, dan biarlah hatiku yang sekarang Kau baharui agar aku bisa mengasihi sesamaku seperti Engkau mengasihi aku,
angkutan umum yang aku tumpangi melaju sangat kencang, menyusuri jalan-jalan arteri di ibukota jakarta, disetiap sudut lampu merah, sosok mungil bertelanjang kaki, hitam dan dekil, memaksa masuk melahap setiap kesempatan untuk menjual suara mereka yang dinilai dengan recehan, ada yang menghibur tapi ada juga yang membuat perjalanan serasa memuakkan..
aku merasa hari ini lelah sekali dengan banyak hal yang harus dikerjakan, duduk di kursi yang diberikan seorang bapak baik hati, karena status ku sebagai perempuan yang sering dianggap kaum adam untuk dilindungi, aku senang untuk kesempatan itu, bocah mungil itu masuk dan mulai membagikan amplop kepada tiap-tiap penumpang, lucu memang..pada amplop itu ditulis kata-kata yang menyentuh, seperti ini"bapa/ibu,om/tante dan kakak-kakak, kami anak jalanan membutuhkan uluran tangan dari anda-anda semua" bahasa tulisan yang lucu dan tulisan itu diketik dengan menggunakan komputer, sebenarnya siapa dibalik mereka ini semua?belum berhenti aku berfikir sianak tadi mulai bernyanyi dengan suara yang lebih buruk dari dengungan lebah, tapi wajahnya yang lembut dan tatapan maatnya yang penuh simpatik telah membawa aku larut dalam rasa kasihan yang dalam, secepat kilat ku rogoh tasku dan menyelipkan diamplo putih tersebut. selesai bernyanyi anak kecil itupun mulai mengumpulkan amplop putih itu, aku memberikan amplop putih itu kepadanya, terlihat dia memberikan ucapan terimakasih yang daalm, tapi ketika dibelakangku bapak baik hati yang memberikan tempat duduknya untukku tadi mengeluarkan roti yang sangat lezat menurutku, tapi apa yang dilakukan anak kecil tersebut?dia menerima roti itu sambil bersungut-sungut dan berkata"lah pak, saya minta uang buka makanan, lah klo makanan gini aja saya juga bisa beli!"
akh!antara kecewa,kesal dan menyesal, itulah yang ada diotakku, perasaan menyesal mengapa aku memberikan uang itu jika sebenarnya dia mampu beli roti selezat itu, kata-kata kasarnya kepada bapak itu benar-benar diluar dugaanku, ketika angkutan umum yang ku kendarai berhenti di lampu merah, sianak turun sambil berteriak"pada pelit kalian semua..uh belagu"
ha!!!aku serasa melihat kabut diwajah bocah pengamen yang memiliki wajah penuh simpati itu,
pikiran ku terus pada sikap anak tersebut, akhirnya itu menjadi bahan pemikiranku ketika bertemu seorang teman yang bernama siska belina tarigan, seorang lulusan komunikasi yang sangat mencintai anak-anak dan selalu memberi banyak masukan buat ku, Aku tertegun, mulanya aku mengasihaninya kemudian memberikan sedikit uang kepadanya dengan selipan doa dalam hati semoga Tuhan memberikan jalan kepadanya untuk bisa hidup lebih layak lagi, tapi ternyata rasa simpaty ku padanya berubah menjadi rasa kecewa yang begitu mendalam, mulai timbul kekesalan dan rasa menyesal, aku mulai menggerutu dalam hati tentang bocah kecil itu, Kami sering bertukar banyak hal tentang teori kehidupan, masalah agama dan motivasi untuk hal-hal yang positif.aku mulai mengeluarkan uneg-unegku tentang bocah kecil yang menyebalkan itu, tapi diluar dugaan ku, siska berkata”nit, memberi bukan karena kamu mengasihani tapi karena kamu mengasihi, mengasihi diperlukan banyak sekali tawaran-tawaran untuk menolak bahwa kita mengasihi oranglain, yang datangnya tentu dari iblis dan sifat kedagingan kita yang mementingkan diri sendiri. Rasa kasihan sebenarnya itu bagian dari diri kita yang mengambil bagian seandainya saya seperti itu, tentu saya tidak mau, karena saya tidak seperti makanya saya sedikit memberikan apa yang saya punya, sedangkan kasih adalah kita mengasihi,mencintai dan membawa orang yang kita kasihi adalah bagian hidup kita, tentunya jika kita mengasihi kita mampu memberikan apapun yang kita punya, bahkan nyawa sekalipun, dan jika orang yang kita kasihi menyakiti kita atau membuat kita kecewa kita tidak akan memberi ruang dalam hati kita untuk membencinya, tapi memberi setiap ruang dihati kita untuk mendoakannya. Mengasihi sudah tentulah ada rasa kasihan tapi rasa kasihan belum tentu datanganya dari kasih. Coba kamu refleksikan dalam hubungan kita dengan Tuhan?sedangkan kita memberikan sedikit dari yang kita punya, mungkin tidak ada sepersepuluh dari satu persen yang kita punya, ketika mereka membuat kita kecewa kita langsung kesal dan merasa menyesal memberikan itu, tapi Tuhan sungguh hebat, Dia memberikan kita nyawa-NYA untuk menebus kita dari dosa, dan kita malah sering menyakitinya, bukannnya Tuhan kecewa tapi terus mencarimu, mengajakmu kembali kepada jalanNYA, itulah kasih sempurna nit, mengasihi seorang yang tidak sempurna dengan sempurna Dalam hati aku berkata”Tuhan,aku ingin bilang betapa Engkau dahsyat, dan biarlah hatiku yang sekarang Kau baharui agar aku bisa mengasihi sesamaku seperti Engkau mengasihi aku,
prolog
akhirnya setelah mencoba beberapa kali membuat blog, blog dengan judul hidup adalah sebuah catatan tampil juga. sebelumnya aku ingin memperkenalkan nama ku anita taruly nainggolan, aku lahir 25 tahun silam disebuah pulau yang sangat istimewa untuk pendatang dari singapore yang mencari hiburan murah, dan tempat buat pencari uang untuk pendatang dari dalam negeri, Batam..kota kecil yang berbentuk pulau, sangat panas cuacanya, penuh dengan rumah-rumah gubug yang dihuni oleh pendatang dari luar daerah, mereka sering menyebutnya rumah liar. di Batamlah aku dibesarkan selama kurang lebih 16 tahun, setelah itu aku lebih banyak menghabiskan waktu ku ditempat lain, mulai dari medan, lampung, dan kini di Jakarta.
aku gadis biasa yang lahir dari keluarga yang sederhana, tidak terlalu banyak hal yang menyenangkan aku lalui ketika kecil, kepahitan dan rasa sakit yang dalam membuat aku yakin bahwa hidup memang keras, kita tidak boleh lunak dengan hidup jika kita lunak dengan hidup, maka hidup akan keras kepada kita, tapi jika kita keras terhadap hidup maka hidup akan lunak padamu..banyak hal yang telah aku alami dan aku berharap,aku bisa menulis tiap hal yang aku alami dalam blog ini. terimakasih .
aku gadis biasa yang lahir dari keluarga yang sederhana, tidak terlalu banyak hal yang menyenangkan aku lalui ketika kecil, kepahitan dan rasa sakit yang dalam membuat aku yakin bahwa hidup memang keras, kita tidak boleh lunak dengan hidup jika kita lunak dengan hidup, maka hidup akan keras kepada kita, tapi jika kita keras terhadap hidup maka hidup akan lunak padamu..banyak hal yang telah aku alami dan aku berharap,aku bisa menulis tiap hal yang aku alami dalam blog ini. terimakasih .
Langganan:
Postingan (Atom)
