bertelanjang kaki, kulit kumal dan terkadang mereka membiarkan tubuh mereka diterpa debu yang sangat tebal dipinggiran jalan. mengemis demi hidup terkadang terasa sangat menyedihkan, membiarkan harga diri terbuang demi perut kosong dan nafas yang harus dilanjutkan..
angkutan umum yang aku tumpangi melaju sangat kencang, menyusuri jalan-jalan arteri di ibukota jakarta, disetiap sudut lampu merah, sosok mungil bertelanjang kaki, hitam dan dekil, memaksa masuk melahap setiap kesempatan untuk menjual suara mereka yang dinilai dengan recehan, ada yang menghibur tapi ada juga yang membuat perjalanan serasa memuakkan..
aku merasa hari ini lelah sekali dengan banyak hal yang harus dikerjakan, duduk di kursi yang diberikan seorang bapak baik hati, karena status ku sebagai perempuan yang sering dianggap kaum adam untuk dilindungi, aku senang untuk kesempatan itu, bocah mungil itu masuk dan mulai membagikan amplop kepada tiap-tiap penumpang, lucu memang..pada amplop itu ditulis kata-kata yang menyentuh, seperti ini"bapa/ibu,om/tante dan kakak-kakak, kami anak jalanan membutuhkan uluran tangan dari anda-anda semua" bahasa tulisan yang lucu dan tulisan itu diketik dengan menggunakan komputer, sebenarnya siapa dibalik mereka ini semua?belum berhenti aku berfikir sianak tadi mulai bernyanyi dengan suara yang lebih buruk dari dengungan lebah, tapi wajahnya yang lembut dan tatapan maatnya yang penuh simpatik telah membawa aku larut dalam rasa kasihan yang dalam, secepat kilat ku rogoh tasku dan menyelipkan diamplo putih tersebut. selesai bernyanyi anak kecil itupun mulai mengumpulkan amplop putih itu, aku memberikan amplop putih itu kepadanya, terlihat dia memberikan ucapan terimakasih yang daalm, tapi ketika dibelakangku bapak baik hati yang memberikan tempat duduknya untukku tadi mengeluarkan roti yang sangat lezat menurutku, tapi apa yang dilakukan anak kecil tersebut?dia menerima roti itu sambil bersungut-sungut dan berkata"lah pak, saya minta uang buka makanan, lah klo makanan gini aja saya juga bisa beli!"
akh!antara kecewa,kesal dan menyesal, itulah yang ada diotakku, perasaan menyesal mengapa aku memberikan uang itu jika sebenarnya dia mampu beli roti selezat itu, kata-kata kasarnya kepada bapak itu benar-benar diluar dugaanku, ketika angkutan umum yang ku kendarai berhenti di lampu merah, sianak turun sambil berteriak"pada pelit kalian semua..uh belagu"
ha!!!aku serasa melihat kabut diwajah bocah pengamen yang memiliki wajah penuh simpati itu,
pikiran ku terus pada sikap anak tersebut, akhirnya itu menjadi bahan pemikiranku ketika bertemu seorang teman yang bernama siska belina tarigan, seorang lulusan komunikasi yang sangat mencintai anak-anak dan selalu memberi banyak masukan buat ku, Aku tertegun, mulanya aku mengasihaninya kemudian memberikan sedikit uang kepadanya dengan selipan doa dalam hati semoga Tuhan memberikan jalan kepadanya untuk bisa hidup lebih layak lagi, tapi ternyata rasa simpaty ku padanya berubah menjadi rasa kecewa yang begitu mendalam, mulai timbul kekesalan dan rasa menyesal, aku mulai menggerutu dalam hati tentang bocah kecil itu, Kami sering bertukar banyak hal tentang teori kehidupan, masalah agama dan motivasi untuk hal-hal yang positif.aku mulai mengeluarkan uneg-unegku tentang bocah kecil yang menyebalkan itu, tapi diluar dugaan ku, siska berkata”nit, memberi bukan karena kamu mengasihani tapi karena kamu mengasihi, mengasihi diperlukan banyak sekali tawaran-tawaran untuk menolak bahwa kita mengasihi oranglain, yang datangnya tentu dari iblis dan sifat kedagingan kita yang mementingkan diri sendiri. Rasa kasihan sebenarnya itu bagian dari diri kita yang mengambil bagian seandainya saya seperti itu, tentu saya tidak mau, karena saya tidak seperti makanya saya sedikit memberikan apa yang saya punya, sedangkan kasih adalah kita mengasihi,mencintai dan membawa orang yang kita kasihi adalah bagian hidup kita, tentunya jika kita mengasihi kita mampu memberikan apapun yang kita punya, bahkan nyawa sekalipun, dan jika orang yang kita kasihi menyakiti kita atau membuat kita kecewa kita tidak akan memberi ruang dalam hati kita untuk membencinya, tapi memberi setiap ruang dihati kita untuk mendoakannya. Mengasihi sudah tentulah ada rasa kasihan tapi rasa kasihan belum tentu datanganya dari kasih. Coba kamu refleksikan dalam hubungan kita dengan Tuhan?sedangkan kita memberikan sedikit dari yang kita punya, mungkin tidak ada sepersepuluh dari satu persen yang kita punya, ketika mereka membuat kita kecewa kita langsung kesal dan merasa menyesal memberikan itu, tapi Tuhan sungguh hebat, Dia memberikan kita nyawa-NYA untuk menebus kita dari dosa, dan kita malah sering menyakitinya, bukannnya Tuhan kecewa tapi terus mencarimu, mengajakmu kembali kepada jalanNYA, itulah kasih sempurna nit, mengasihi seorang yang tidak sempurna dengan sempurna Dalam hati aku berkata”Tuhan,aku ingin bilang betapa Engkau dahsyat, dan biarlah hatiku yang sekarang Kau baharui agar aku bisa mengasihi sesamaku seperti Engkau mengasihi aku,
Jumat, 24 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar