karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia.
dunia dalam pikiran kita,
kadang hanyalah suatu bentuk personal.
dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri.
tak ada orang lain yang terlibat disana,
sebab seringkali dalam pandangan kita,
dunia adalah bayangan diri kita sendiri.
ya memang,
jalan kehidupan yang kita temui masih terjal dan berbatu.
manakah yang kita pilih?
melapisi jalan itu dengan permadani berbulu
agar kita tak pernah merasakan sakit atau melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalaui jalan-jalan itu?
( 50 cerita bijak)
kata-kata diatas membuat aku sadar 1 hal bahwa " untuk membuat kita nyaman untuk hidup, kadang kala kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan mengubah dunia ini, aku jadi teringat nasehat seorang teman saya yang saat ini bekerja disebuah instansi pemerintahan, dia adalah kakak tingkat ku semasa kuliah, seorang yang memiliki jiwa pelayan, yah itu menurut aku..
sebuah kata-kata yang sampai sekarang aku ingat, ketika itu aku bercerita banyak kepadanya tentang kondisi pekerjaanku, aku katakanaku capek, aku muak dengan teman-teman kerja aku dan aku merasa tidak nyaman berada dilingkungan kerja ku, aku katakan kepadanya"ih kok mereka nggak berubah yah, dari dulu banyak banget anak baru resign gara-gara sikap mereka!"
tapi jawaban apa yang aku dapat darinya" sebenarnya setiap pekerjaan, dimanapun, apapun posisi kita dan seperti apapun pekerjaan kita bahwa bekerja adalah hal yang harus kita jalani dengan tulus dan biarkan Tuhan campur tangan, karena kuasa Tuhan itu lebih dari apapun, hati manusia bisa diubahkan olehNYA, tapi masalahnya yang diminta Tuhan adalah sudahkah kita berubah untuk bisa menerima mereka apa adanya? sebenarnya kalo kita mau langsung kepada pokok masalahnya adalah, siapakah kita minta mereka untuk berubah?siapa kita?"
perkataan tajam yang sangat menyentuh, sedikit menyakitkan tapi membuat aku sadar bahwa siapa saya?kalo saya ingin nyaman, sayalah yang berubah menerima mereka apa adanya..
aku jadi teringat sebuah cerita bijak, tentang seorang raja yang akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki saja, baru beberapa meter berjalan keluar istana kakinya terluka karena terantuk batu. ia berpikir, "ternyata jalan-jalan dinegeriku ini jelek sekali.
aku harus memperbaruinya"
maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana. ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan dinegerinya dengan kulit sapi yang terbaik.
segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan, mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri, ditengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pendeta menghadap maharaja.
ia berkata kepada maharaja"Wahai paduka, mengapa paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalandinegeri ini, padahal sesungguhnya yang paduka perlukan hanya dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki paduka saja?"
konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut sandal.
Senin, 27 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar