bahwa hidup adalah sebuah catatan suatu hubungan yang selalu terkait dengan Sang Pecipta, Alam dan makhluk hidup..
aku hempaskan tubuhku, membuka pakaian penghangat dari balutan ditubuhku, udara diluar sangat dingin sehingga harus memakai pakaian seperti ini, namun belum ada 15 menit sudah terasa panas..serba salah...
aku menatap langit-langit kamar, ada satu pantulan bayang dari arah kiri, membentuk garis, dan aku menatapnya dalam-dalam, aku cari sumber bayangan tersebut tapi tidak ku temukan, aku kembali menutup mataku, menahan dingin dengan selimut tipis.
kucoba memejamkan mataku perlahan, ada bayangannya, bayangan yang mengusikku.
senyumannya, rasa simpatik ku dimulai dari senyumannya, kemudian menjadi andalannya saat aku marah, satu rasa yang sampai saat ini kurindukan.
aku berpikir keras untuk menghilangkan bayangan itu, aku mencoba mengatakan pada diriku, bahwa waktu akan mengikisnya.
aku cukup tersiksa, ada sedikit kelemahanku adalah melupakanya dengan mudah tapi tak bisa membiarkan semua berlalu dengan ikhlas..
dia terlahir dengan dua label didalam jiwanya..
menjadi yang lahir bahagia, dan terlahir dengan beban. tapi hidup itu adalah label-label yang memang lebih menjadikan kita sebuah merk hidup yang disudutkan oleh pandangan-pandangan tidak terlihat dengan jelas, artinya seberapa banyak label positif itu menjadikan kamu sempurna untuk bahagia, karena label negatif itu akan mengikuti kamu, seperti bayangan yang mengejar-ngejar dirinya sendiri.
dia,adalah sahabat ku dalam cerita begitu banyak, cerita kesombongannya yang begitu kuat, dia yang menjelaskan ku tentang dirinya dengan unsur manipulatif dan merambah menjadi alur yang kadang-kadang aku sesali, dia yang sesekali mengira aku terlampu lemah untuk kuat, baiklah ini harus diluruskan segera..
dia adalah aku dengan sedikit cercaan dari cerita sekitarnya, dia adalah rumput liar, terlalu liar kata pria intuk seorang wanita, dia adalah cerita yang penuh rasa haru dan meyakinkan.
dia membuatku menjadi bertingkah aneh, kehilangan diri sendiri dan merubah diri dengan merahasiakan siapa aku pada sahabat-sahabatku, label diri bahwa aku adalah pendusta..
sedikit bertanya pada dia, dia akan mengandalkan senyuman nya untuk membuat aku diam, karena senyumnya maut dan tak mampu untuk ku kalahkan.
dia yang aku sesali ketika dia tidak ada, dia yang terus menjadi bayang-bayanganku, dia mengacaukan hidupku kali ini..
aku biarkan bayangan ku pergi, dan mencari apa yang ia mau..karena saat ini aku dalam diamku sedang berpikir bukan cuma membiarkan dia pergi, tapi bagaimana membunuh bayanganku itu...
dia adalah sosok yang hitam dan terus mengikuti...
jakarta "untuk bayangan yg baru terlepas"
Rabu, 09 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar