Senin, 07 Desember 2009

Dia pergi…tapi tetap ada…

bahwa hidup adalah sebuah catatan suatu hubungan yang selalu terkait dengan Sang Pecipta, Alam dan makhluk hidup..

Cerita darinya untukku dengar, untuk ku sadari dia bukan seperti yang ku kira,dia yang mengajarkan aku banyak hal,pria ini membutakan aku bahwa tidak perlu berpikir utk cinta,lakukan dan rasakan karena cinta datang sekali..pria ini teman yang yang berbeda tapi menjadi sahabat yang luar biasa ketika dia berbagi tentang masa lalu dan cintanya,pria ini mengajarkan bahwa pergi akan membuat dia semakin ada...
Pria ini menyadarkan ku bahwa apa yang aku alami adalah pelajaran cinta dan koreksi diri,setia dan ketulusan..selamat buat mu pejuang ku!
Aku akan mencoba menjadimu dan menceritakan apa yang kamu rasakan dengan kalimat manis yang lebih sederhana...

Aku bahagia bisa membuka jendela, mencium embun pagi ini dan melihat matahari bersinar, aku bahagia bertemu dengannya, bahagia sekali meskipun itu hanya dalam mimpi, aku sudah cukup senang..dia membelai rambutku kemudian mencium keningku dan berkata”kamu selalu membuat ku ingin memelukmu dan menciummu,kamu selalu memberi rasa rindu itu..”
Dia..yang telah pergi tanpa sempat untukku jadikan ratu dalam hidupku, dia yang mengisi hari-hariku dengan dukungan, dia tanpa harus kukatakan cinta, mengerti dan tau bahwa aku sangat mencintainya...dia yang ketika harus pergi membuat jatuh terduduk dalam kelemahan yang tidak dimiliki pria,tersungkur,pingsan dan rasanya aku seperti naga kalah perang..naga yang Cuma bisa meraung-raung,berteriak dan menangis,
Dia membuat ku terpukul,dia yang membuatku benci cinta lain,dia yang kujadikn bentuk cinta, dia yang meninggalkan ku untuk selamanya,dia yang diambil maut oleh kecelakaaan, dia yang terbujur kaku karena salahku..dia yang tidak pernah tau betapa aku hampir hilang kendali terhadap diriku sendiri saat dia pergi,dia tidak tau aku meratapinya...sayang..jangan pernah tinggalkan aku....
Aku pria, dengan banyak kelemahan, pria dengan banyak kesombongan dalam diriku, ternyata aku harus belajar dari cinta untuk mengikis itu semua,tapi kenapa cinta harus mengorbankan dia?aku masih bertanya..dan tidak menemukan jawabannya

Dia...gadis manis yang memiliki suara yang amat merdu,tegas dan punya hati malaikat ..
Wajahnya yang manis dengan senyum yang tulus, tatapan nya yang penuh arti dan sapaan manisnya buatku, itu milik terindah yang pernah kumiliki, bahasa tubuhnya yang terlalu santun buat seorang rocker seperti dia, rocker hebat dengan mental dan rohani yang hebat..dia adalah dewi buatku..aku menggilainya dulu,sekarang dan mungkin untuk selamanya..

Beberapa tahun silam....
”rasanya ga adil dong kalo harus aku yang ngalah..!”aku berteriak kencang saat dia mencoba menepiskan tanganku ketika menariknya dari kursi yang amat rapuh menurutku untuk didudukinya...
”ini bukan masalah mengalah atau tidak,ini hanya minta sedikit pengertian kamu..hanya itu”
Dia menatapku dalam dan sedikit rasa kecewa kulihat diwajahnya..
Aku memang pria yang dilahirkan dengan egois tinggi,dan baru kusadari itu saat ini,saat dia telah tiada. Aku menariknya dari tempat itu, sedikit saja hentakan ku itu sudah membuatnya mengikuti mau ku, aku menariknya dan memegang tangannya,
”apa-apaan kamu!dengarin aku..aku bukan boneka kamu, aku ga boleh marah?,kamu egois!aku begini karena ada alasannya, kamu terlalu memikirkan diri kamu..kamu ga pernah mikirin hati aku..”dia menangis dan menarik tangannya...
Aku yang saat itu terlalu egois, tetap menarik tangannya,aku menghidupkan mesin motorku, dan memaksanya untuk duduk dimotorku,aku pun berlari bersama motorku dan dia diboncengan seperti kesetanan,dia yang saat itu masih jengkel denganku,, mencoba menepuk bahuku aku menoleh ke belakang, tapi tanpa kusadari semua membuatku tidak sadar beberapa menit..tiba-tiba aku sadar, semuanya merah, orang berteriak,aku berada disebuah tepi sisi jalan,berlumuran darah...mataku menuju dia,dari hidung,bibir dan tubuhnya bersimbah darah, aku memejamkan mataku..menahan rasa sakit yang dalam melihat dia terkapar tak berdaya sementara aku tak mampu untuk bangkit dan menolongnya, aku pingsan...

”sudahlah..ni bukan salah kamu sohib..” seorang teman baik menepuk bahuku sambil membawakan aku segelas air putih..aku baru saja sadar dari pingsanku yang entah ini yang ke berapa, tubuhnya masih ada diruang duka, aku duduk tidak mengerti apa yang terjadi, aku tidak kuat melihat tubuh manis itu tidak bergerak selamanya dan akan jadi makanan cacing nantinya, dia tidak akan pernah kulihat lagi,dia yang punya senyuman manis itu,dia yang tulus menerima aku apa adanya,dia yang tidak pernah meminta apapun dari ku kecuali kesetiaan dan kesabaran, dia yang selalu ku sakiti..oooh Tuhan aku tak mau ini..aku menundukkan kepalaku menatap hari-hari kelabu ku bersama bayangannya, selamanya akan begini kah aku,Cuma bisa memeluk dia melalui bayangan dan kenangan,aku tidak sempat membuat dia bahagia...oo sayang tolong jangan pergi ..bangunlah..aku menangis dalam hati..aku tidak mampu menahan ini semua..

Hari-hari berlalu, tapi kenangan pahit dan menyakitkan itu membekas begitu dalam, ini sudah hampir tahun ke 8 aku hidup tanpa mu sayang...aku berbicara padanya setiap tahun,setiap ujung waktu ditahun yg akan berlalu,membawanya mawar merah dan menyayikan lagu di nisannya, lagu yang pernah ada dan takkan pernah hilang untukku, untuk dia....sebuah lagu tanda cinta aku dan dia,cinta yang dimulai dengan keegoisan dan harus berakhir dengan kepahitan seperti ini,dan ketika aku berusaha untuk realistis,semakin aku tidak bisa meninggalkan mu, tahun ini akan berlalu, ini ujung tahun aku akan menemuinya..aku akan melihat bunga-bunga bermekaran dinisannya, senyum itu pasti ada disana..aku berhaarp senyum itu menjadi nyata sayang...

Jakarta, 07 desember 2009

2 komentar:

  1. serem bgt sih nit, kya crita2 pelem, tpi ini nyata..gak bisa banyangin klo gw d posisi itu..ketika kita kehilangan kita baru sadar bahwa kita pernah memiliki nya dan baru sadar untuk menjaga nya tapi itu terlambat...waktu gak bis berputar kembali...

    BalasHapus
  2. iya nih cerita nyata,tapi bukan cerita gw..cerita teman gw..serius..ampe sekarang dia belum punya pasangan tau..

    BalasHapus