Selasa, 28 Juli 2009

catatan tentang perempuan dan intuisi...


bahwa hidup adalah sebuah catatan suatu hubungan yang selalu terkait dengan Sang Pecipta, Alam dan makhluk hidup..


catatan tentang perempuan dan intuisi...
saat aku menulis blok ini adalah pada pukul 03:54 Wib, sebenarnya hanya ingin cerita sedikit tentang hal-hal yang menyakitkan, sebuah perasaan seorang perempuan yang disakiti dan menangis karena menahan sakit yang seharusnya itu tidak terjadi, sebuah penyesalan karena pengkhianatan oleh orang yang menjadi harapannya dimasa depannya,orang yang memang sebenarnya bukan disiapkan untuknya, orang yang cuma singgah sebentar dalam hidupnya tapi membuat nya terus berharap pada orang tersebut, perempuan ini sadar betul tentang kata-kata mungkin dia bukan yang terbaik, perempuan itu sadar betul untuk satu hal yang sangat menyakitkan dalam hidupnya, bahwa dia yang disebut laki-laki itu mengkhianatinya untuk sesuatu yang tidak lebih dari dia, ada rasa benci dan merasa dicampakkan oleh hidup..perempuan itu berusaha bangkit dari keterpurukannya, menggapai langkah untuk menyusun hidup baru, suatu kesempatan yang sangat ditunggunya mungkin tidak hadir hari ini, tapi mungkin besok, besok lagi, lagi lain waktu..
tapi dalam hati dia menangis, dia kecewa, dan tak seorang pun yang tau seperti apa dia saat ini, dia dicampakkan dengan kata-kata "kamu terlalu baik untukku, kamu mungkin bisa lebih bahagia dengan orang lain"
ternyata itu sebuah alasan yang disusun untuk sebuah pengkhianatan, seorang yang ia cintai membuat rencana yang sangat keji, menghianatinya dengan cara yang sangat sadis, sumpah serapah itu yang menjadi doanya, melihat pria yang ia cintai mati, sadis bukan? efek yang laki-laki itu buat,.
tidak berapa lama dari rasa sakit itu, dia disakiti untuk sakit yang belum sembuh, lagi-lagi laki-laki itu, itu-itu juga..betapa sumpah itu akan berjalan terus pada kehidupan pria itu, sebuah intuisi yang tidak diinginkan pun hadir, bahwa pria itu tidak akan pernah merasa indah dicintai dan mencintai, sampai akhir hayatnya, itulah konsekuensi sumpah dan itu adalah gambaran dan bayangan yang akan selalu terjaga, perempuan itu tidak percaya, tau sejauh itu untuk orang yang telah menyakitinya, tapi untuk bilang tidak pun dia tidak bisa, bahkan untuk bilang pada laki-laki itu tentang semua yang ia lakukan itu akan terjadi, dan seperti lingkaran setan, itu akan berulang, berulang dan terus berulang dalam kehidupannya, bahkan satu intuisi bahwa rasa sakit itu cuma bisa disembuhkan oleh perdamaian dalam nama Sang Pencipta.
laki-laki hanya tersenyum dan mengabaikan intuisi perempuan itu..
hanya waktu yang akan berbicara nanti, intuisi karena rasa sakit itu benar atau tidak, cuma masalah waktu...

1 komentar:

  1. wuih tulisan ni di ubek2 dari otak lu sebelah mana nih???... so...ooo....deeply...
    gw kasian sma pria yg di maksud krn dia gak akan pernah bisa dalam mengambil keputusan utk kehidupan nya sendiri, point yg gw ambil: berani bersumpah, gak berani bilang tidak, berarti gak berani bertanggung jawab... sungguh pria yang malang... wanita menggunakan intuisi melalui hati....

    BalasHapus